Home Meepago Aksi Lanjutan Protes Hasil Tes Pengangkatan CPNS di Dogiyai Sempat Ricuh.

Aksi Lanjutan Protes Hasil Tes Pengangkatan CPNS di Dogiyai Sempat Ricuh.

300

Dogiyai, jelatanp.com —  Para Pencari Kerja (pencaker) yang tidak lulus tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 datangi kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) pada Senin, 10/8/2020 guna memintai penjelasan terkait dengan pengangkatan hasil tes CPNS yang diumumkan beberapa waktu lalu

Masa yang memulai longmarct dari lapangan umum di Ekemanida keluar ke jalan raya menuju terminal mowanemani lalu masuk kearah puskesmas mowanemani dan keliling pasar lama mowanemani lalu menuju kantor (BKPSDMD) Dogiyai

Ini sebagai aksi lanjutan mereka yang sempat sebelumnya masa mendatangi ke Kantor BKD, pada Rabu, 05/08/2020 lalu

Sesampai di BKD masa memulai mengabsen para pejabat pemangku kepentingan [pemerintah daerah] lalu kemudian dilanjutkan aksi mereka dengan aktraksi yang di bawakan dari masing-masing kelompok yang sebelumnya mereka tentukan

Di kelompok tersebut ada kelompok pemabuk, kelompok pencium lem aibon, kelompok penjual kupon toto gelap (Togel), kelompok pengojek dan kelompok penjual sayuran

Kelompok-kelompok tersebut didepan Bupati, DPR dan jajaran mulai mengilustrasikan situasi sosial yang memburuk akibat dari peluang dan harapan kerja OAP di bidang pemerintahan yang semakin runyam, yang sulit memberikan kesempatan kerja kepada sarjana-sarjana asli papua untuk menjadi pegawai negeri sipil, dimana apa yang seharusnya menurut mereka ditempati oleh Orang Asli Papua tetapi tidak diindahkan oleh pihak pemerintah sebagai penyelenggara

Setelah itu masa menyampaikan orasi mereka berupa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh para pemerintah, untuk mau memuaskan para pendemo, penanggungjawab yang ditunjuk Yermias Goo membacakan pertanyaan yang mereka siapkan, pertanyaan pertama masa adalah mengapa sampai putra daerah hanya 65% yang dinyatakan lulus sementara Non OAP 35% yang dinyatakan lulus melebihi kuota 20%

Terkait dengan pemberlakukan presentasi kuota penerimaan 20% Non OAP dan 80% OAP Bupati Yakobus Dumupa membenarkan hal itu dikarenakan ada protes penolakan bersama seluruh pemerintahan kabupaten dan Pemerintah Provinsi Papua yang sempat sebelumnya oleh Pemerintah Pusat dilakukan penerimaan CPNS dengan kategori umum tanpa membagi persen antara Orang asli Papua dan Non OAP

Namun kata Bupati setelah diprotes di Jakarta, oleh pemerintah pusat mengijinkan untuk membagi persen

Untuk menanggapi pertanyaan perbandingan dengan kabupaten Paniai terkait mengapa disana OAP lulus 100% Bupati menyatakan waktu sebelum perekrutan di Paniai protes untuk dijadikan 100% tetapi di Dogiyai tidak ada orang protes untuk semua OAP

Terkait mengapa ada pergeseran kuota untuk Non OAP (melebihi 20%) bupati menyerahkan kepada instansi teknis [BKD] untuk memberikan penjelasanMelkias Boma Administrator seleksi penerimaan CPNS formasi tahun 2018 berupaya menjelaskan teknis perekrutan mengapa ada pergeseran presentasi kuota non OAP namun penjelasan tersebut tidak memuaskan masa dan berakhir ricuh, masa yang tidak terima melempar batu lalu kemudian sempat ricuh akibatnya sebagian kaca di beberapa kantor dihancurkan dan Agustinus Kogaa Cleaning service di Kantor Dukcapil Dogiyai mengalami luka pada dahi akibat lembaran batu sementara   korban lain hingga diturunkan berita ini Kami belum mengetahui secara pasti, mohon maaf atas hal ini

Untuk membubarkan masa Aparat membuang gas air mata berkali-kali kearah masa pendemo

Yohanes Degei, Koordinator masa aksi seusai kericuhan terjadi  sambil memulangkan masa menyatakan untuk membahas kasus ini dalam waktu dekat DPR akan memfasilitasi masa pendemo dengan pemerintah untuk membicarakan lebih dalam secara internal. (Jelata News Papua/Guk)