Home Artikel/Opini Hidup adalah Pilihan

Hidup adalah Pilihan

25

(Sebuah Refleksi)

Oleh: Yuvensius Belau*)

Alangkah bahagianya hatiku, ketika aku mengalami kemurahan hati Allah yang sungguh luar biasa. Bagiku, kemurahan hati Allah itu sendiri melebihi segalah sesuatu, siapa pun dan bahkan kemurahan-Nya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Sebab, Allah Bapa yang murah hati itu sendiri selalu dan senantiasa memberikan segala-galanya yang kita minta dengan sepenuh hati dan dengan keyakinan yang teguh. Kemurahan Allah adalah kemurahan yang kekal. Satu bukti kongkrit akan kasih Allah itu sendiri ialah bahwa Allah sendiri telah memberikan Roh Kudus sebagai pembimbing dan pelindung kita. Ringkasnya, Allah senantiasa mengasihi dan menuntun kita di dalam seluruh kehidupan kita. Dan sebaliknya, Kita pun senantiasa menjumpai dan merasakan kasih-Nya di dalam setiap doa-doa kita.

Bagiku, Tuhan adalah Maha Tahu, siapa diri kita dan segala pergumulan kita. Sebab, Tuhan sendiri selalu dan senantiasa mengetahui lebih baik apa yang kita butuhkan. Allah sendiri selalu dan senantiasa mengaruniakan segala sesuatu yang kita butuhkan. Allah senantiasa memberi buahnya kepada kita tepat pada waktunya. Oleh karena itu, Allah kita adalah Allah yang tidak buta melihat kita. Karena, Allah selalu memelihara dan mengasihi kita semua. Walau terkadang, kita manusia mengalami banyak tantangan dan cobaan di dalam seluruh proses perjuangan. Allah tetap mengasihi kita.

Oleh karena itu, satu hal paling mendasar bagi kita di dalam seluruh kehidupan ini adalah jangan pernah lupa untuk mensyukuri kebaikan dan anugerah Allah. Jangan pernah mengabaikan kasih dan rahmat dari Allah. Sebab, Allah kita adalah Allah yang penuh kasih dan murah hati. Saya berpikir bahwa, memang benar dengan adanya pernyatan bahwa, apa yang saya pikirkan itulah yang saya jalankan sesuai dengan cara hidupku, karena hidup itu ditentukan oleh pribadi sendiri. Akan tetapi, sekali lagi bahwa, hidup dan pilihan hidup kita ada dan ditentukan oleh Allah sendiri yang telah menciptakan kita. Allah yang telah menganugerahkan hidup kita. Oleh sebab itulah, kita jangan pernah berhenti dan lupa mengucap syukur akan kasih dan kebaikan Allah. Satu hal yang perlu kita ingat adalah Allah senantiasa memberikan yang tebaik buat kita, ketika kita menghadapi persoalan di dalam seluruh kehidupan ini.

Akhirnya bahwa, memang benar menjalani kehidupan itu sebuah pilihan. Artinya ada cita-cita, harapan, niat, dan komintmen yang sudah kita tanamkan dan bangun di dalam diri kita, sehingga kita sering mendewakan itu semua, tanpa mengabaikan campur tangan dari kuasa Allah kita yang Maha Murah dan Maha Baik. Oleh karena itulah, satu hal penting adalah bahwa di dalam menempuh pilihan hidup itu sendiri mestinya kija jangan pernah lupa akan kasih dan kebaikan Allah itu sendiri. Sebab, Allah selalu ada buat kita di setiap waktu.

Semoga!

*)Penulis adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi “Fajar Timur”, Abepura, Jayapura, Papua.